Renungan

Tidak Perlu Membalas

Ayat : Roma 12:14-21

Selama berabad-abad, suku Albania terkenal karena sering terjadi perang saudara di antara mereka, yang menimbulkan pertumpahan darah. Mereka menganggap diri mereka pengecut jika tidak membalas kematian seorang kerabat mereka. Terkadang satu pembalasan dendam dapat memicu reaksi berantai yang menewaskan 25 sampai 30 orang.
Tradisi berdarah ini berakhir pada tahun 1990, ketika sekelompok pendamai Albania menyelesaikan banyak konflik antar suku yang terjadi. Perubahan ini muncul karena mereka menemukan sesuatu yang lebih mereka inginkan daripada pembalasan dendam. Mereka ingin menjadi bagian dari komunitas Eropa yang lebih luas, dan juga untuk bersatu guna mempertahankan diri terhadap musuh bersama.
Demikian juga dengan perselisihan dalam gereja dan sengketa keluarga akan berakhir ketika orang kristiani menemukan sesuatu yang Iebih mereka inginkan ketimbang kepuasan pahit dari peperangan yang berdasarkan dendam. Sikap suka menyimpan dendam tak lagi menarik ketika pihak-pihak yang bermusuhan menyadari bahwa mereka sedang menjauhkan din dari dukungan dan kegembiraan yang mereka perlukan, yang didapat dari persekutuan umat kristiani. Membalas dendam tidak lagi tampak menarik ketika mereka melihat bahwa kata-kata amarah dan komentar-komentar mereka yang meremehkan menguntungkan si iblis, yang berusaha menghancurkan mereka.
Untuk apa kita membayar mahal hanya demi membalas dendam? Kita bisa mendapatkan jauh lebih banyak dengan menanggalkan dendam dan mengulurkan pengampunan. Itu jauh lebih baik daripada balas dendam!

Edisi - 23 Feb 2020

download

Edisi - 16 Feb 2020

download

Shallom

Kami sangat senang dengan kunjungan Saudara/i dan berdoa agar Saudara/i menerima berkat Tuhan Yesus yang melimpah melalui website ini.

Mari bergabung bersama dalam Ibadah kami yang disertai dengan doa, pujian, dan penyembahan, biarlah Firman Tuhan Yesus menjamah dan memberkati kehidupan Saudara/i.