Renungan

Penghalang Mukjizat

Ayat : Yoh. 5,6

Manusia membutuhkan mujizat. Salah satunya adalah mujizat kesembuhan. Tetapi mengapa kadang-kadang mujizat terjadi dan kadang-kadang tidak?
Dalam perjalanan-Nya di bumi. Tuhan Yesus banyak melakukan mujizat. Namun ketika berada di Nazaret, la tidak banyak melakukan mujizat sebab penduduk kota itu tidak percaya. Sebenarnya, Tuhan Yesus melakukan mujizat bukan untuk kepentingan diri-Nya tetapi demi kasihNya kepada manusia. la datang untuk menguatkan, menghiburkan dan menyembuhkan. Tetapi tujuan dan niat baik Yesus itu tidak dapat terjadi di sana karena penolakan dan ketidakpercayaan orang-orang di Nazaret. Seharusnya penduduk kola itu merasa bangga atas apa yang sudah diperbuat Tuhan Yesus. Sayang hati mereka sudah menjadi degil, mata rohani mereka telah buta, sehingga Yesus yang dihadapannya tidak lebih dari anak tukang kayu biasa.
Bagaimana dengan anda? Apakah anda seperti orang-orang di Nazaret itu? Walaupun mungkin sudah lama mengharapkan mujizat, tetapi kalau anda hanya menganggap Tuhan Yesus sebagai anak tukang kayu, anda tidak akan percaya bahwa la sanggup mengadakan mujizat. Dan itu berarti tidak akan ada mujizat dalam hidup anda. Ketidakpercayaan ini kelihatannya sepele, tetapi hal ini bisa membuat kita tidak sampai pada tujuan. Sama seperti bangsa Israel, karena ketidakpercayaan mereka, maka mereka harus berputar-putar di padang gurun selama 40 tahun.
Jika anda menginginkan mujizat di tahun ini, buanglah semua rasa ketidakpercayaan anda, dan belajarlah percaya sungguh-sungguh pada Firman Allah. Maka anda akan melihat Yesus melakukan mujizat demi mujizat dalam diri anda, usaha, maupun keluarga anda.

Edisi - 23 Feb 2020

download

Edisi - 16 Feb 2020

download

Shallom

Kami sangat senang dengan kunjungan Saudara/i dan berdoa agar Saudara/i menerima berkat Tuhan Yesus yang melimpah melalui website ini.

Mari bergabung bersama dalam Ibadah kami yang disertai dengan doa, pujian, dan penyembahan, biarlah Firman Tuhan Yesus menjamah dan memberkati kehidupan Saudara/i.