Renungan

Yang Terabaikan

Ayat : Flm, Ibr. 1-4

Dari segala jenis penyakit, kusta adalah satu-satunya penyakit yang dikaitkan dengan dosa oleh hukum Musa. Bukan berarti bahwa menderita kusta itu berdosa, bukan pula berarti kusta adalah akibat dari dosa. Namun penyakit ini dipandang sebagai simbol dosa. Seandainya dosa dapat dilihat, maka dosa itu akan tampak seperti penyakit kusta.
Dalam Markus 1 kita membaca kisah tentang seorang penderita kusta yang berlutut di depan Yesus dan memohon: "Kalau Engkau mau, Engkau dapat mentahirkan aku" (ayat 40). lnilah contoh pertama dalam Injil tentang permohonan akan kesembuhan, yang dengan kesederhanaannya begitu menyentuh dan dalam. Mendengar permohonan itu, hati Yesus pun tergerak oleh belas kasihan (ayat 41). Biasanya orang akan bersimpati terhadap orang yang sakit dan mengalami masalah, tetap tidak kepada penderita kusta. Pada jaman itu penderita kusta dianggap tidak tahir secara rohani dan fisik (Imamat 13:45, 22:4). Mereka dianggap menjijikkan oleh kebanyakan orang, yang sedapat mungkin menjauhi mereka. Namun Yesus bersedia menjangkau orang yang putus asa dan sakit ini, bahkan menjamahnya! Saat si kusta meninggalkan Yesus, seketika ia menjadi tahir.
Mengapa Yesus menjamah orang itu? Bukankah Dia pun dapat menyembuhkan orang itu hanya dengan berkata, "Jadilah sembuh"? Namun jamahan-Nya menunjukkan bahwa belas kasihan-Nya sangat besar.
Yesus mengasihi orang berdosa. Bagaimana dengan kita?

Edisi - 23 Feb 2020

download

Edisi - 16 Feb 2020

download

Shallom

Kami sangat senang dengan kunjungan Saudara/i dan berdoa agar Saudara/i menerima berkat Tuhan Yesus yang melimpah melalui website ini.

Mari bergabung bersama dalam Ibadah kami yang disertai dengan doa, pujian, dan penyembahan, biarlah Firman Tuhan Yesus menjamah dan memberkati kehidupan Saudara/i.